Bagaimana Cara Membangun Karakter Anak Melalui sinergitas antara pendidikan keluarga, sekolah dan Pendidikan NonFormal?

Bagaimana Cara Membangun Karakter Anak Melalui sinergitas antara pendidikan keluarga, sekolah dan Pendidikan NonFormal?

Read Time:5 Minute, 0 Second

Setiap pribadi yang tumbuh dan berkembang, umumnya akan ditempa dalam tiga ruang pendidikan, yaitu pendidikan keluarga, sekolah dan Lingkungan sekitar, ketiga tempat inilah secara berkesinambungan akan sangat berpengaruh terhadap karakter serta perjalanan masa depan anak, Karakter yang dimaksud adalah karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral menyangkut sikap, perilaku disiplin, jujur, bertanggungjawab, berintegritas, sedang karakter kinerja menyangkut, kecerdasan, keterampilan, etos kerja, kreatifitas, imajinatif, visioner dan semacamnya. Kita tentu tidak ingin anak kita terampil, kreatif, cerdas tapi culas, atau sebaliknya jujur, disiplin, bertanggung jawab namun wawasannya rendah, tak punya keterampilan atau tak kompeten. oleh karena itu, sinergitas antara ketiga ranah pendidikan tersebut sangat dibutuhkan untuk membentuk pribadi pribadi yang ideal setidaknya memiliki karakter moral dan karakter kinerja yang baik.

Membangun karakter anak haruslah dimulai dari pendidikan keluarga, dengan cara memberikan porsi perhatian yang besar terhadap anak, terutama terkait perkembangan anak (baik cognitive, apektif, maupun Psikomotoriknya). Karena lingkungan keluarga sejatinya merupakan tempat yang paling aman, tempat paling nyaman untuk memulai segala sesuatunya (mulai dari pendidikan agama, moral, ahlak dan berbagai hal lain) serta keluarga juga menjadi tempat yang paling ramah menyambut kita saat kembali entah dengan segudang kesuksesan maupun dengan berbagai kegagalan yang kita alami, pada intinya rumah adalah tempat yang paling baik sebagai tempat dimulainya pendidikan.

Pendidikan dalam keluarga merupakan hal yang amat mendasar,merupakan basic  yang kehadirannya menjadi penopang dari pendidikan pada tahap selanjutnya. Sebab baik buruknya pendidikan keluarga akan sangat berpengaruh terhadap perilaku anak pada tingkatan pendidikan selanjutnya, baik di lingkungan sekolah maupun dalam masyarakat, yang kemudian akan sangat berpengaruh terhadap bangunan karakter pada diri seorang anak. Oleh karena itu untuk menjalankan fungsi ini, Orang tua harus berperan sebagai pendidik, pengasuh, pembimbing, melakukan peran mengamati perkembangan pisik, psikis, pengetahuan dan berbagai hal lain yang menyangkut perkembangan anak serta memberi teladan bagi anak.

Baja Juga :  Mempelajari Ragam Motif Batik, Warisan Budaya Indonesia

Selain itu orang tua juga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan dukungan dalam hal kemajuan pengetahuan dan keterampilan anak, baik berdasarkan pengamatan orang tua maupun sharing informasi yang diberikan pihak sekolah, dalam bentuk penyediaan fasilitas maupun pemberian akses terhadap pelajaran maupun pengalaman tambahan, baik dalam bentuk les/private maupun kegiatan lain positif lain yang bisa diperoleh melalui lingkungan masyarakat. Selain itu memulai tradisi literasi dalam lingkungan keluarga juga penting untuk dibangun sejak dini agar minat baca tertanam sejak awal dan menjadi budaya, kegiatan literasi ini bermanfaat bagi anak untuk memperoleh berbagai informasi dan pengetahuan yang akan memperkaya kosakata, meningkatkan nalar dan logika dan akan berkontribusi terhadap peningkatan wawasan sehingga lebih mudah menyerap berbagai pelajaran baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Peran yang tak kalah pentingnya adalah orang tua harus memastikan bahwa lingkungan bergaul anaknya adalah lingkungan yang baik dan memastikan bahwa lingkungan tersebut memberikan pengaruh yang positif.

Namun ironisnya adalah dalam beberapa hal banyak orang tua yang kadang tak menjalankan fungsi pendidikan keluarga dengan baik, karena alasan lebih sibuk dengan pekerjaan sehingga abai dalam memantau perkembangan anak. Bahkan dalam banyak kasus, ada orang tua yang salah dalam mengartikan atau mewujudkan rasa kasih sayang terhadap anaknya, sehingga seringkali orang tua mengabulkan segala permintaan anaknya tanpa pertimbangan baik atau buruk bagi perkembangan, abai melakukan teguran atau memberikan sanksi (tindakan disiplin) pada perilaku salah yang dilakukan anaknya, malah kita sering menyaksikan, ada orang tua yang mati matian membela anaknya sampai harus bertikai dengan orang lain, walaupun mereka tau persis anaknya melakukan kesalahan

Pada ranah pendidikan Pendidikan formal, sebagaimana rumusan Benjamin bloom bahwa sekolah, sebagai lembaga pendidikan pada dasarnya berfungsi menggarap tiga wilayah kepribadian manusia yang disebut sebagai taksonomi pendidikan yaitu membentuk watak dan sikap (afektif domain), mengembangkan pengetahuan (cognitive domain) serta melatih keterampilan (psyikomotorik domain). Untuk pengembangan ranah sikap dan prilaku adalah merupakan kesinambungan proses pendidikan keluarga dan sekolah dimana lingkungan sekolah memiliki fungsi melakukan pembenahan/koreksi terhadap karakter moral terkait sikap, prilaku, disiplin, kejujuran yang diperoleh dari lingkungan keluarg, serta melakukan kolaborasi dengan orang tua siswa dalam pembinaan karakter siswa dengan cara saling memberikan informasi seputar perkembangan karakter siswa. Sedangkan pada aspek pengetahuan dan keterampilan, gurulah yang menjadi aktor utama dalam menjalankan fungsi tranformasi pengetahuan dan keterampilan, menginspirasi, memotivasi, menciptakan lingkungan kolaboratif, mengarahkan, membangun tradisi literasi, mengamati kecendrungan peserta didik, mengembangkan dan mengevaluasi kemajuan pengetahuan dan keterampilan. Yang akan melahirkan peserta didik yang memiliki sikap kritis, kolaboratif, kreatif, dll sehingga pengalaman disekolah akan menjadi kesempatan emas bagi siswa untuk menggali segala potensi dan kecenderungannya dengan bantuan para guru guru hebat disekolah.

Baja Juga :  Kemendikbudristek Luncurkan Program Pelatihan IT Admin Belajar.Id

Namun kekurangan sekolah adalah terlalu bersifat umum dan terlalu banyak menuntut siswa untuk belajar berbagai hal, sebab sistem pendidikan kita tak secara spesifik menempa potensi siswa walaupun pada jenjang sekolah menengah sudah ada pilihan jurusan/peminatan namun pada sisi yang lain siswa masih harus bergelut dengan berbagai pelajaran yang mungkin sj mereka tak berminak mengikutinya namun mereka harus tetap mengikuti pelajarannya.

Sedangkan pada Ranah pendidikan non formal (lingkungan masyarakat) adalah ruang pendidikan yang memberikan kesempatan bagi setiap individu tanpa harus dibatasi Usia, status sosial, waktu, dan berbagai identitas lainnya untuk mengembangkan berbagai hal, mulai dari pengetahuan, pengalaman, wawasan, keterampilan dll. Sehingga pendidikan nonformal menjadi alternatif bagi siapapun untuk mengembangkan potensi dirinya yang memberi kebebasan memilih untuk mendalami berbagai hal berdasarkan kecenderungannya dengan sistem dan waktu yang lebih fleksibel dan lintas disiplin keilmuan. Sehingga menciptakan ruang tumbuhnya kreatifitas, produktivitas, kemandirian, yang dikemas dalam bingkai kebersamaan, yang kemudian akan melahirkan sikap empaty dan perasaan tanggung jawab sosial yang besar. Kelebihan lain dari pendidikan non formal adalah tak rumit oleh urusan administratif, belajar dapat dilakukan dimana saja, tak butuh kurikulum, rombel. namun klemahan pendidikan formal adalah tak memiliki ijazah..

Oleh karena itu ketiga ranah pendidikan tersebut tidaklah saling menafikan apalagi saling mengklaim lebih baik, akan tetapi harusnya saling melengkapi dan saling bersinergi. Sebab dengan sinergitas yang baik antara pendidikan keluarga, sekolah dan pendidikan nonformal maka, akan terbangun karakter moral dan karakter kinerja yang baik, akan tercipta ruang berbagi pengalaman melalui interaksi baik dikelas, dirumah maupun dengan lingkungan sekitar, dengan demikian sinergitas antara ketiga pendidikan ini akan menciptakan pribadi pribadi yang memiliki karakter moral dan kinerja (berakhlak mulia, jujur, disiplin, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik), maka pendidikan akan bisa menjadi instrument atau eskalator bagi generasi muda kita untuk naik kelas

Baja Juga :  6 Fitur Keamanan Privasi yang Dapat Digunakan Pada Aplikasi Percakapan
CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (1)
  • comment-avatar

    I think the dmin оf this site іs actuaⅼly worқing hard
    in support of his web site, ѕince here еvery informаtion іѕ
    quaality based stuff.

    Feel free tο visit my hоmepage – harf pastalar (https://bufferbrow71.tumblr.com/post/672027082528899072/%C3%B6zel-davetler-i-%C3%A7in-pasta-%C3%A7e%C5%9Fitleri)

  • Disqus ( )