Bahan Renungan Pidato B. J.  Habibie

Bahan Renungan Pidato B. J. Habibie

Read Time:3 Minute, 21 Second

Ternyata apa yg ditulis BJ Habibie itu absolutely undeniable..!
๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช
๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡๐Ÿป

*REALITA …..B.J. HABIBIE*

Ternyata kembali ke nol …. tidak ada yang dapat dibanggakan….

Dulu bangga dengan jabatan apa itu Nakhoda apa itu KKM apa itu, Direktur apa itu Bos perusahaan besar ………

*Ternyata bullshiiiit semua*……
๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

*Ungkapan Hati B.J. Habibie soal akhirat yang bikin merinding 8 Jan 2019.*

*Pidato BJ Habibie viral Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.*

*SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.*

*KALAULAH SEMPAT…???, Renungan utk kita semua….!!!!*

Beliau berpesan ” “Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology ” *sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, *tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat.*

Kalo saya disuruh memilih antara keduanya *maka saya akan memilih ilmu Agama.*

*Sepi penghuni…Istri sudah meninggal..*

*Tangan* menggigil karena lemah…
*Penyakit* menggerogoti sejak lama…
*Duduk* tak enak, *Berjalan pun tak nyaman… Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu…

*Tiga anak, semuanya sukses…* berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri…
*Ada* yang sekarang berkarir di luar negeri..
*Ada* yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi…
*Dan Ada* pula yang jadi pengusaha …

*Soal Ekonomi,* saya angkat dua jempol ยป semuanya kaya raya…

*Namun….*
Saat tua seperti ini dia “merasa hampa”, ada “pilu mendesak” disudut hatinya..

*Tidur tak nyaman*…
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

*Di rumah yang besar* dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur…

*Punggungnya* terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya….
*Dari sudut mata* ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya…

Baja Juga :  MOTIVASI ISLAM

*Tapi Semua Anak-anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain…*
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan….

Sudah terlanjur melemah…

*Begitu lama waktu ini bergerak,* tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak…
sepanjang waktu ….

*Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya…* atau barangkali adalah *Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti…*
*Hanya menunggu* sesuatu yg tak pasti…
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
*Rumah besar* tak mampu lagi menyenangkan hatinya…_
*Anak sukses* tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC…
*Cucu-cucu* yang hanya seperti orang asing bila datang…..
*Asset-asset produktif* yang terus menghasilkan, entah untuk siapa…???

Kira-kira *” Jika Malaikat datang menjemput “,* akan seperti apakah kematian nya nanti.

*Siapa* yang akan memandikan…???

*Dimana* akan dikuburkan….???

*Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya* datang mengurus jenazah dan menguburkan….???

*Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti…???.*
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula…
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak…???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan….???
*Apa lagi* jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama…??? *Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja…*

*” Kalau lah sempat “* menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya…

*” Kalau lah sempat “* dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang……

*” Kalau lah sempat “* memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan…..

*” Kalau lah sempat “* membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan…

Baja Juga :  SYURGA SEORANG WANITA

Kalau lah kita tidak kikir Ikhlas kepada sesama, *pasti itu semua akan menjadi ” Amal Penolong ” nya …*

*Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi ” Orang yang shaleh “, dan ” Ilmu Agama-nya lebih diutamakan “.*

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, *maka mungkin senantiasa akan ” Terbangun Malam “, ” Meneteskan Air Mata Mendoakan Orang Tuanya “.*

*Kalaulah sempat* membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama…

*”KALAULAH SEMPAT”*

*Mengapa* Kalau Sempat….???
*Mengapa* itu semua tidak jadi perhatian utama kita… ???

*Sungguh* kita tidak adil pada diri sendiri. *Kenapa* kita tidak lebih serius…???
*Menyiapkan* “Bekal” untuk menghadap *NYA* dan ” *Mempertanggung Jawabkan* *Kepada *NYA* “….???*

*Jangan terbuai* dengan ” Kehidupan Dunia ” yang bisa melalaikan…..

*Kita boleh saja Giat Berusaha Didunia….tapi Jadikan Itu Untuk Bekal Kita Pada Perjalanan Panjang & Kekal Diakhir Hidup Kita.*

*(Bagi yang menyebarkan* *catatan ini Semoga menjadi Sodaqoh Ilmu & Ladang Amal Shaleh )*

*Teruslah menjadi ” Si Penabur Kebaikan Selama Hayat Masih Dikandung Badan Meski Hanya Sepotong Pesan “.*

*Semoga Bermanfaat…*
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
*Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie.*

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )