Dibuang Sayang, Abon Kulit Pisang Cita Rasa Menantang Dari SMP Terbuka Tiris

Dibuang Sayang, Abon Kulit Pisang Cita Rasa Menantang Dari SMP Terbuka Tiris

Read Time:2 Minute, 15 Second

Makanan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang, agar menambah cita rasa dibutuhkan makanan pendamping salah satunya adalah abon. Mungkin kalian sudah tak asing lagi dengan makanan yang biasanya berasal dari daging sapi kering tersebut. Di daerah Probolinggo, Jawa timur tepatnya di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris ada yang unik dari makanan abon yaitu bahan baku pembuatannya berasal dari kulit pisang, dan hebatnya yang membuatnya adalah siswa/siswi SMP Terbuka Tiris.

Desa Ranuagung Kecamatan Tiris letaknya di bawah kaki Gunung Lamongan membuat mata pencaharian sebagian masyarakatnya adalah petani, dan salah satu potensi yang dihasilkan dari hasil bertani di daerah ini adalah buah pisang. Hasil panen yang terkumpul dijual ke pasar atau masyarakat untuk dikonsumsi secara langsung atau diolah dalam bentuk lain.

Selama ini pemanfaatan buah pisang dari daging buahnya saja tanpa memperdulikan bagian pisang yang lain yaitu kulitnya. Ternyata kulit pisang ini memiliki kandungan gizi tinggi yang tak kalah penting dari daging buahnya.

Menurut penelitian Anhwange et al (2009), kulit pisang mengandung karbohidrat sebesar 59%, protein kasar 0,9%, lemak kasar 31,7%, serat kasar 1,7%, dan beberapa kandungan mineral di dalamnya, seperti potasium 78,1%, kalsium 19,2%, besi 24,3%, dan mangan 24,3%. Dengan kandungan yang kaya gizi alangkah baiknya jika kulit pisang tersebut kita manfaatkan menjadi bahan makanan.

                   

(bahan baku buah pisang)                                             (bumbu abon kulit pisang)

Hal itu lah yang mendorong SMP Terbuka Tiris untuk mengembangkan produk makanan dengan memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan utama, yaitu Abon Kulit Pisang. Potensi alam yang mendukung dan melimpahnya kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan abon pisang menjadi alasan sekolah untuk mengembangkan produk tersebut.

Baja Juga :  Istiqamah Berinfak

Pada Program Pendidikan Keterampilan (PPK), SMP Terbuka Tiris melakukan pengolahan makanan dan minuman dari buah pisang dengan produk yang dihasilkan, yaitu tepung, butter cookies tepung pisang, dan abon kulit pisang.

SMP Terbuka Tiris merupakan lembaga pendidikan formal yang menginduk di SMPN 1 Tiris. Kegiatan belajar mengajar menggunakan metode belajar mandiri di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) dan di sekolah induk dengan waktu terjadwal.

Dengan harapan dapat menciptakan peserta didik yang terampil, sekolah menunjuk 12 guru bina dan 4 guru pamong sebagai penghubung proses belajar mengajar. Jumlah peserta didik Tahun Ajaran 2019-2020 sebanyak 80 orang yang tersebar dalam 4 TKB, yaitu TKB Ranugedang, TKB Tlogosari, TKB Ranuagung, dan TKB Tiris.

Kalian yang masih penasaran dapat mengunduh buku panduan “Abon Kulit Pisang Cita Rasa Menantang SMP Terbuka Tiris” untuk informasi lengkap tentang Abon Kulit Pisang, cara membuatnya, sampai kisah sukses dari SMP Terbuka Tiris.

         

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (2)
Disqus ( )