Direktorat Sekolah Dasar Gelar Happy Monday untuk Anak-Anak Indonesia

Read Time:4 Minute, 39 Second

Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek menggelar acara bincang-bincang Happy Monday yang didedikasikan untuk anak-anak Indonesia. Kegiatan ini sebagai wadah anak-anak Indonesia untuk berkenalan satu sama lain dan saling berbagi cerita.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan keanekaragaman Nusantara yang diwakili peserta didik di daerah masing-masing. Pengetahuan tentang budaya, makanan khas dan bahasa daerah masing-masing, ikut dibagi di acara bincang-bincang yang tayang di channel Youtube DitpsdTV ini.

Pada Happy Monday edisi perdana, bincang-bincang dibuka dengan perkenalan Eiffel Natalie Angelica, siswi kelas IV A SD Nasional KPS Balikpapan. Eiffel menceritakan kampung halamannya di Kalimantan Timur yang terkenal dengan suku Dayak.

[artikel number=5 tag=”info-pendidikan”]

“Hari ini Eiffel memakai pakaian suku Dayak Kenya. Nama pakaiannya adalah saptaji lap yang terbuat dari payet. Nah, kalau terbuat dari manik-manik namanya Sapeaba. Bagus kan teman-teman? Warna warna ini di pakaian adat ini ada maknanya, loh. Warna merah melambangkan semangat untuk Suku Dayak menjalani kehidupan. Warna kuning melambangkan keajaiban dan keagungan. Dan warna putih melambangkan kesucian dan iman kepada sang pencipta,” paparnya.

Ia melanjutkan, jika berkunjung ke Kalimantan Timur, sahabat sekolah dasar bisa melihat para perempuan yang mempunyai daun kuping panjang yang bisa melebihi bahunya. Hal tersebut karena waktu mereka kecil memakai anting-anting yang berat sehingga kupingnya pun menjadi panjang. Selain itu, Eiffel juga menyarankan sahabat sekolah dasar untuk mengunjungi Kalimantan Timur Tampa. Rumah adat Kalimantan Timur yang sangat panjang terbuat dari kayu ulin dan bisa menampung seratus orang.

[artikel number=5 tag=”sd”]

“Teman-teman, Kalimantan Timur mempunyai permainan asbi,  yaitu pindah bintang terinspirasi dari bintang-bintang di angkasa untuk berpindah tempat. Cara memainkannnya adalah 7 sampai 8 orang yang saling berpegang bahu temannya sambil berputar lingkaran. Selain itu juga sambil menyanyi. Ketika lagu selesai, mereka berebutan tempat. Nah, yang tidak dapat tempat yang menjadi ajang serukan teman-teman. Permainan itu bisa melatih ketepatan dan kecepatan membuat tubuh sehat,’ imbuh Eiffel dengan antusias.

Baja Juga :  PAI KELAS 3 PELAJARAN 2: SENANGNYA BELAJAR SURAT AN-NASR

Kemudian Eiffel juga menceritakan makanan dan minuman khas Kalimantan Timur seperti pisang gapit, sate payau, amplang dan masih banyak lagi. Sementara minuman khasnya adalah herbal lakitaka yang terbuat dari akar kuning yang bisa meningkatkan imun.

Selanjutnya ada Nafisa Aurelia dari Kota Solo. Nafisa merupakan siswi kelas 4 SD Muhammadiyah Condong Catur,  Jogjakarta. Tidak kalah antusiasnya dari Eiffel, Nafisa pun bercerita tentang Kota Solo. Makanan, rumah adat dan bahasa daerah Kota Solo, diceritakan dengan penuh semangat.

Happy Monday Direktorat Sekolah Dasar

“Kota Solo ini terkenal karena kebudayaannya yang masih lestari. Di Kota Solo terdapat Keraton Surakarta yang sangat kuat menjaga adat dan istiadat warga Solo. Ada juga kebudayaan yang berupa upacara tradisional yang masih diadakan sampai sekarang, seperti ketuk mulut, grebeg sudiro dan lain-lainnya. Selain itu, Kota Solo juga memiliki kebudayaan berupa kesenian yang terkenal sampai mancanegara. Namanya gamelan. Nah, gamelan ini merupakan alat musik tradisional yang telah melegenda,” paparnya.

Nafisa juga bercerita jika Kota Solo memiliki banyak makanan khas yang sangat enak, seperti selat solo, timlo, serabi dan masih banyak lagi. “Itulah budaya dan adat istiadat Kota Solo. Sekian dulu yah cerita dari Aurel semoga bermanfaat, terimakasih,” tutupnya.

[artikel number=5 tag=”anbk”]

Selanjutnya cerita tentang daerah-daerah di Indonesia. Bagian ini disampaikan Rannan Halua Linazharin, siswi di SD Negeri 3 Bau-Bau Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara, kata Rannan, terdiri dari berbagai macam suku. Di antaranya suku buton, suku palaki, suku wawani’i, suku muna, suku wakatobi dan suku lasandi.

Happy Monday Direktorat Sekolah Dasar

“Saya berasal dari Suku Buton. Dan kali ini saya menggunakan pakaian adat tradisional buton. Nama baju adatnya adalah baju kombo. Baju Kombo adalah pakaian kebesaran kaum wanita buton,” ujar Rannan.

Baja Juga :  Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi COVID-19

Ia melanjutkan, pakaian adat yang digunakannya terdiri dari satu pasang. Bagian atasan adalah baju dan bawahannya adalah sarung besar yang disebut bia ogena. Bia ogena adalah sarung yang terdiri dari gabungan beberapa macam warna, seperti merah, hitam dan hijau.

“Bia Ogena dijahit bertingkat-tingkat yang memiliki arti proses kejadian manusia dan alam semesta diciptakan Tuhan secara bertahap. Selain itu, Sulawesi Tenggara juga memiliki makanan khas, seperti kasuami, sinombi, sate gogos, kabuto, tapalapa, harasi, titandole dan luluta. Sulawesi Tenggara adalah salah satu daerah yang dikenal dengan berbagai macam ritual. Salah satunya adalah kande-kandea atau dalam bahasa Indonesianya adalah makan-makan pada zaman dulu. Acara ini untuk menyambut pulangnya para laskar kesultanan buton dari medan perang,” pungkasnya.

Dimitri Bernard Banundi, siswa SD Negeri Inpres Urei Faisei Kabupaten Waropen Provinsi Papua, tidak kalah semangatnya. Dimitri menceritakan tentang keunikan budaya di Papua. Dimulai dari pakain adat tradisional Papua yang dikenakannya.

[artikel number=5 tag=”sma”]

“Yang saya pakai sekarang ini adalah pakaian khusus untuk panglima perang khas Waropen. Papua memiliki rumah adat honai yang terletak di Wamena dan ada tarian-tarian tradisional Papua yang terkenal,” kata Dimitri.

Happy Monday Direktorat Sekolah Dasar

Dimitri juga menambahkan, di Papua ada banyak suku. Di antaranya suku Asmat, Danis, Amones, Lanis, Muyu dan masih banyak lain-lain. Orang-orang Papua juga sangat menjaga alamnya. Bahkan Papua memiliki keaneka ragaman flora dan fauna yang sangat indah dan terkenal di dunia.

“Fauna yang terkenal di dunia ada burung cendrawasih. Bahkan ada pohon pisang terbesar di dunia yang terletak di pegunungan arfak Papua,” tutupnya.

Cerita ragam budaya Indonesia tadi diharapkan bisa membuat anak-anak Indonesia dapat memahami Indonesia. Para peserta didik juga bisa mengenal berbagai suku dan keberagaman budaya. Meski beragam suku, bahasa dan tradisi, siswa diharapkan tetap menjaga persatuan dan kesatuan karena Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika.

Baja Juga :  Penguatan Literasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

[artikel number=5 tag=”smp”]

Selanjutnya, sahabat sekolah dasar diharapkan bisa mengetahui sejarah budaya dan kearifan lokalnya masing-masing. Karena setiap budaya memiliki nilai luhur yang perlu digali, dipahami, dan diinternalisasi. Yuk sahabat sekolah dasar, cari tahu apa makna di balik budaya yang ada di daerah tempat kita tinggal. (Hendriyanto)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )