Direktur Sekolah Dasar Hadiri Rembuk Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong

Read Time:2 Minute, 29 Second

Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menghadiri acara pembukaan Rembuk Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Tema yang diangkat adalah “Melalui Rembuk Pendidikan Kita Sukseskan Program Merdeka Belajar Komunitas Adat Terpencil menuju Parigi Moutong Cerdas”.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan Direktur Sekolah Dasar dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong di SDN Tinombo untuk melihat Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Direktur Sekolah Dasar berpesan bahwa: “penerapan protokol kesehatan harus tetap dijaga dan dipantau secara intensif, anak-anak harus dibiasakan menggunakan masker dengan benar, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak, kita sebagai orang dewasa harus memberi contoh yang baik kepada anak-anak kita”.

Pada kesempatan kunjungan ini, Direktur Sekolah Dasar juga menyempatkan menyapa anak-anak di kelas dan berdialog secara langsung dengan anak-anak. “Nama saya Adzan Maghrib, saya ingin menjadi polisi, selama pandemi Covid-19, pembelajaran kita harus pakai masker, supaya bisa mencegah dari virus Covid-19,” tutur Adzan Maghrib, peserta didik SDN Tinombo.

Setelah berkunjungan ke SDN Tinombo, Direktur Sekolah Dasar bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong menuju ke lokasi acara Rembuk Pendidikan. Tampak sambutan meriah menggunakan baju adat Sulawesi Tengah dari para guru penggerak di Kabupaten Parigi Moutong. Acara Rembuk Pendidikan yang dihadiri oleh pemangku kepentingan di bidang pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, termasuk 60 sekolah dasar terpencil yang ada di Parigi Moutong.

Sunarti, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupate Parigi Moutong menjelaskan bahwa Rembuk pendidikan ini merupakan “salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Daeerah Kabupaten Parigi Moutong untuk mencerdaskan masyarakat utamanya di daerah terpencil”.

Baja Juga :  Kenali 3 Metode Penjernihan Air dari Kadar Besi yang Tinggi

Direktur Sekolah Dasar berpesan bahwa “kebijakan Merdeka Belajar merupakan strategi Kemendikbudristek dalam mewujudkan SDM Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Peran Tri Pusat Pendidikan yakni Sekolah, Masyarakat dan Keluarga perlu dikuatkan agar pendidikan yang berkualitas dapat kita capai bersama”.

Pada kesempatan Rembuk Nasional, Direktur Sekolah Dasar juga menekankan 5 Sasaran Strategi Kemendikbudristek yang tertuang dalam Renstra Kemendikbudristek tahun 2020 s.d. 2024, yaitu:

  1. Perluasan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif adalah meningkatnya pemerataan layanan pendidikan bermutu di seluruh jenjang.
  2. Penguatan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan di seluruh jenjang.
  3. Pengembangan potensi peserta didik yang berkarakter adalah menguatnya karakter peserta didik.
  4. Peningkatan peran budaya, bahasa, dan sastra dalam kehidupan berbangsa, adalah Meningkatnya pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan.
  5. Penguatan sistem tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel adalah meningkatnya tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Negara menjamin dalam Undang Undang 1945 Pasal 31 Ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. “Oleh karena itu, kita sebagai pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing harus bersinergi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, termasuk bagi anak-anak kita yang ada di komunitas adat terpencil, ada rujukan regulasi yang bisa kita gunakan dalam melaksanakan pendidikan layanan khusus, yaitu Permendikbud Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pendidikan Layanan Khusus dan perubahannya yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 67 Tahun 2016,” tutur Sri Wahyuningsih.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )