KAUM SANTRI DI BUTUHKAN BANGSA

Read Time:2 Minute, 16 Second

 

“Santri” satu kata yang apabila orang mendengarnya lansung terbersit dalam fikirannya dua bayangan. Pertama, santri sebagai kelompok orang pinggiran yang ketinggalan zaman, kedua santri sebagai orang yang sebenarnya dapat diandalkan bagi kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia. Di satu sisi santri cenderung dipandang negative, disisi lain santri memang memegang peranan yang sangat penting. Lantas apakah benar bahwa santri benar-benar sebagaimana tuduhan yang pertama? Untuk menjawabnya perlu di lihat “santri” dari berbagai sudut pandang.

Dilihat dari sudut pandang bahwa santri sebagai kelompok yang haus ilmu pengetahuan, baik ilmu yang objeknya masalah duniawi, atau ilmu yang objeknya masalah ukhrawi, tak terbantahkan bahwa santri adalah orang-orang yang sangat di butuhkan oleh Nusa, Bangsa, dan Agama. Karena ilmu agama tanpa dibarengi ilmu dunia jelas pincang tak akan bisa sempurna, begitu juga ilmu dunia tanpa di barengi ilmu agama jelas buta tak tau kemana arah yang seharusnya. Sebagaimana firman Allah :

وابتغ فيمااتك الله الدارالاخرةولاتنس نصيبك من الدنياواحسن كمااحسن الله اليك ولاتيغ الفسادفىالارض ان الله لايحب المفسدين( القصص:٧٧)

 Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (keni’matan) dunia dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS.AL-Qashash: 77).

Lantas bagaimana dengan pergaulan kaum santri yang terkesan ketinggalan zaman?. Jawabnya adalah “ya”, terkesan ketinggalan zaman. Namun dibelakang semua itu sebenarnya ada tujuan yang sangat fundamental. Tujuan tersebut adalah dengan dididik “HIDUP SEDERHANA” diharapkan nantinya santri kalau sudah dewasa dan menjadi orang penting baik dia sebagai kiyai ataupun birokrasi akan menjadi kiyai dan birokrasi yang mampu mensejahterakan ummat dunia dan akhirat. Hal ini karena dibalik didikan kesederhanaan telah ditanamkan pesan bahwa dunia itu bukanlah segala-galanya, melainkan sebagai media untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baja Juga :  5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh

Jadi sebenarnya pergaulan santri yang terkesan ketinggalan zaman bukanlah sebenar-benarnya ketinggalan zaman, justru sebagai upaya supaya santri tidak menjadi hamba dunia melainkan hamba Allah SWT. Dengan didikan kesederhanaan itu juga memungkinkan santri bergaul dengan masyarakat kalangan bawah sehingga akan timbul jiwa kerakyatan yang setiap saat di  butuhkan dalam rangka memimpin ummat.

Namun tentunya untuk dapat menjadi santri yang benar-benar diharapkan, santri tidak cukup hanya mempelajari ilmu-ilmu agama saja, namun juga mempelajari ilmu-ilmu dunia. Rasulullah SAW dalam haditsnya menyatakan:

ليس خيركم من ترك دنياه لاخرته ولا من ترك اخرته لدنياه ولكن من اخدهماجميعا ( الحديث )

Artinya : Bukanlah sebaik-baik kamu orang yang meninggalkan (kebahagiaan) dunianya demi mendapatkan (kebahagiaan) akhiratnya. Dan bukan sebaik-baik kamu orang yang meninggalkan (kebahagiaan) akhiratnya demi mendapatkan(kebahagiaan)  dunianya. Akan tetapi adalah orang yang mengambil keduanya bersama-sama.

 Dalam hadits tersebut jelas rasulullah menyatakan konsep keseimbangan antara dunia dan akhirat.

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )