Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan Keadilan (PAI Kelas 8) BAB 3 Semester 1

Read Time:3 Minute, 16 Second

 

1. Mari Renungkan
Berbohong kepada orang lain akan mengakibatkan sakit hati, muncul rasa benci, dan saling tidak percaya, sungguh jika ini terjadi maka kehidupan akan kacau dan penuh dengan perselisihan. Dengan berperilaku jujur, kalian akan memiliki banyak teman dan dipercaya orang lain. Kejujuran akan membimbing seseorang kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing kepada surga.
Setiap hari media elektronik dan media cetak memberitakan peristiwa rakyat kecil berjuang mencari keadilan. Mulai dari pembantu rumah tangga diperlakukan tidak adil oleh majikan, hingga buruh yang dipermainkan pengusaha.
Mereka berjuang dengan penuh harapan supaya hak-haknya diberikan. Semua ini menggambarkan bahwa setiap orang ingin diperlakukan dengan adil.
Bukankah Pancasila sila kelima berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”? Keadilan merupakan modal dasar mencapai kesejahteraan bangsa.
Kejujuran dan keadilan merupakan dua sifat mulia yang harus dimiliki setiap mukmin. Keduanya harus ditanamkan dan dibiasakan sejak usia dini
2. Dialog Islami
“Bagaimana cara menerapkan kejujuran dalam kehidupan seharihari?”
“Pertanyaan super…Begini, sifat jujur harus dilatih dan dibiasakan. Berkatalah apa adanya sesuai yang sebenarnya kepada orang tua, guru, teman dan siapapun.”
“Kata ustaz Mahmud : “kejujuran itu akan mendekatkan kepada surga”, maksudnya bagimana itu pak?”
“Maksudnya, seseorang yang selalu jujur akan diberi pahala oleh Allah Swt, dan pahala ini sebagai modal masuk syurga.”
3. Mutiara Khasanah Islam
a. Jujur
Kejujuran dalam keluarga merupakan pondasi awal bagi kelangsungan kehidupan di masyarakat. Masing-masing anggota keluarga berperilaku jujur satu sama lain, dalam arti berkata apa adanya dan sesuai kenyataan.
Semua anggota masyarakat akan hidup rukun dan damai jika masing-masing menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran harus diutamakan dalam setiap pergaulan, baik dirumah, sekolah maupun masyarakat.
Setiap tugas dan kewajiban yang dilaksanakan dengan sebaik-baiknya pasti akan mendapat balasan dari Allah Swt berupa pahala. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

“Seorang bendahara muslim yang melaksanakan tugasnya dengan jujur, dan membayar sedekah kepada orang yang diperintahkan oleh majikannya secara sempurna, dengan segera dan dengan pelayanan yang baik, maka ia mendapat pahala yang sama seperti orang yang bersedekah.”
b. Adil

Baja Juga :  Rendah Hati, Hemat, dan Sederhana Membuat Hidup Lebih Mulia (PAI Kelas 8) BAB 7 Semester 1

Adil berarti memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa. Ajaran Islam menjunjung tinggi azas keadilan.

Dalam sebuah hadits riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan ‘Arrahman. aitu, orang-orang yang adil dalam menghukumi mereka, adil dalam keluarga mereka dan dalam mengerjakan tugas mereka.”

Allah Swt menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi pendorong untuk bertindak tidak adil. Ini menjadi bukti bahwa Islam menjunjung tinggi keadilan.

c. Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ – ٨

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt, sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)
Ayat di atas menegaskan bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt semata, bukan karena kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau duniawi harus dikesampingkan dalam menegakkan keadilan.
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )