PAI Kelas 6 Pelajaran 1: Indahnya Saling Menghormati

Read Time:3 Minute, 33 Second

 

Kita akan mempelajari tentang Indahnya Saling Menghormati. Negara kita adalah negara yang besar. Terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan agama. Luas wilayahnya membentang dari barat sampai ke timur, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote.

Bermacam-macam kebudayaan, bahasa, adat istiadat dan kebiasaan. Agamanya pun berbeda-beda, walaupun sebagian besar masyarakatnya memeluk Agama Islam, namun tetap hidup berdampingan dan saling menghargai.

Sejarah panjang kehidupan berbangsa dan bernegara nenek moyang kita telah mengajarkan pada penerusnya akan indahnya hidup berdampingan dan saling menghormati.

Sekilas Pengenalan Q.S. al-Kafirun

Surat al-Kafirun adalah surat ke-109. Jumlah ayat surat al-Kafirun 6 (enam) ayat. Surat al-Kafirun mengisyaratkan tentang pupusnya harapan orang-orang kafir Qurays Mekah zaman itu tehadap dakwah Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw. tidak mau mengikuti tata cara beribadah orang-orang kafir Quraisy. Mereka dipersilakan beribadah menurut ajaran agamanya sendiri. Surat al-Kafirun tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekah sesudah surat al-Ma’un. Dinamai ”al-Kafirun” (orang-orang kafir) diambil dari perkataan “al-Kafirun” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Cara Membaca Q.S. al-Kafirun

Al-Qur’an berisi firman-firman Allah Swt. yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.. Tata cara memulai membaca al-Qur’an surat al-Kafirun dengan membaca isti’azah dan basmalah. Kemudian, cermati tulisannya dan bacalah dengan pelan-pelan.

Menulis Q.S. al-Kafirun

Menulis huruf al-Qur’an harus benar dan baik. Kita harus bisa menulis huruf al-Qur’an dengan baik, benar, dan indah. Kita harus giat berlatih. Kita harus teliti, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tulisan.

Agar tulisan benar dan baik, kita harus memperhatikan huruf hijaiyah yang dapat disambung di awal, di tengah, dan di akhir. Juga harus memperhatikan huruf yang hanya bisa disambung di akhir.

Baja Juga :  PAI KELAS 2 PELAJARAN 7: BERANI

Ayo, berlatih menyalin ayat-ayat surat al-Kafirun. Agar pekerjaan menyalin benar dan baik, perhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Menulis ayat al-Qur’an dari kanan ke kiri.
  2. Telitilah harakat atau tanda baca fatha tegak atau rebah.
  3. Tulislah kalimat al-Qur’an dengan pensil agar kita bisa membentuk tipis-tebal tulisan.

Menghafal Q.S. al-Kafirun

 قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

Arab-latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!”

 لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

Arab-latin: lā a’budu mā ta’budụn
Artinya: “aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”

 وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

Arab-latin: wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud
Artinya: “dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah”

 وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

Arab-latin: wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum
Artinya: “dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”

 وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

Arab-latin: wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud
Artinya: “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.”

 لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Arab-latin: lakum dīnukum wa liya dīn
Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Jika kita sudah berlatih menyalin semua ayat Q.S. al-Kafirun, selanjutnya hafalkan semua ayat tersebut hingga lancar. Silakan tonton video ini untuk membantu mempermudah menghafal surat al-Kafirun.

Memahami arti Q.S. al-Kafirun

Arti setiap ayat dari surat al-Kafirun adalah sebagai berikut:

  1. Katakanlah (Muhammad), ”Wahai orang-orang kafir!
  2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
  3. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
  4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
  5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
  6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Rangkuman

  1. Q.S. al-Kafirun terdapat dalam urutan ke- 109 dalam Al-Qur’an. Surat ini terdiri atas 6 ayat, diturunkan di Mekah sehingga dinamakan surat Makiyyah
  2. Q.S. al-Kafirun mengisyaratkan, bahwa semua harapan dan usaha orang-orang kafir Quraisy di masa itu untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad Saw.
  3. Q.S. al-Kafirun menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak mau mengikuti tata cara ibadah orang-orang kafir di zamannya. Orang-orang kafir dipersilakan beribadah sesuai tata caranya sendiri dan kaum muslimin pun demikian.
Baja Juga :  PAI KELAS 2 PELAJARAN 4: PERILAKU TERPUJI
CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )