PAI Kelas 6 Pelajaran 3 : Indahnya Nama-Nama Allah Swt.

Read Time:4 Minute, 3 Second

 

PAI Kelas 6 Pelajaran 3 : Indahnya Nama-Nama Allah Swt. – Allah menciptakan alam semesta beserta isinya ini dengan manusia sebagai khalifah-Nya. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, yang diberi tugas untuk menjaga kelestarian alam semesta ini. Kita wajib bersyukur dengan karunia luar biasa ini. Maha suci Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dengan sempurna.

Kita sebagai manusia patut untuk selalu memuji Allah Tuhan semua makhluk. Banyak sekali kenikmatan yang telah diberikan kepada kita sejak sebelum dilahirkan di dunia ini sampai kita meninggal kelak, dan seterusnya sampai kehidupan abadi di akhirat nanti.

Hidup Bergotong-royong

Kita hidup di dunia tidak sendirian. Kita hidup selalu membutuhkan orang lain. Tidak semua yang kita butuhkan dapat kita buat sendiri. Kita ingin pintar, harus belajar kepada guru. Kita ingin makan, harus membeli beras yang nantinya dimasak, atau membeli nasi dan lauk pauk di warung. Untuk semua kebutuhan tersebut, kita butuh orang lain. Sebaliknya, Allah Swt. tidak membutuhkan bantuan siapa pun juga.

as-Shomad artinya Maha Dibutuhkan (tempat meminta). Allah Swt. Maha Dibutuhkan, Allah Swt. menjadi tempat manusia bersandar. Manusia harus mengakui sifat Maha Dibutuhkannya Allah Swt. dalam perilaku sehari-hari. Kita harus suka memberikan bantuan kepada yang lain, seperti Allah Swt. senantiasa membantu kita.

al-Muqtadir adalah Mahakuasa atau Maha Menentukan. Allah Swt. Mahakuasa, alam semesta beserta isinya adalah di bawah kekuasaan Allah Swt.. Seperti gunung-gunung yang berdiri tegak, sungai-sungai yang panjang berliku, tanaman, binatang yang ada di darat dan di laut beraneka rupa. Oleh sebab itu, kita mensyukuri segala kekuasaan Allah Swt.

Baja Juga :  PAI KELAS 3 PELAJARAN 1 : NABI MUHAMMAD SAW. PANUTANKU

al-Muqaddim adalah Maha Mendahulukan. Artinya, Allah Swt. Maha Mendahulukan atas apa yang diciptakan-Nya. Seperti kursi dan meja dibuat oleh tukang kayu. Siapakah yang lebih dulu ada, tukang kayu atau kursi dan meja?. Tentu saja tukang kayu lebih dulu ada daripada kursi dan meja. Begitu juga Allah Swt. lebih dulu ada daripada makhluk ciptaan-Nya.

Al-Baaqii adalah Yang Mahakekal. Ada peristiwa, gunung api meletus, banjir bandang, banjir dan kebakaran yang merusak lingkungan. Hal itu menandakan segala sesuatu di atas bumi ini tidak kekal atau rusak. Sebaliknya, Allah Swt. Mahakekal. Manusia juga tidak kekal. Lihat saja proses manusia dari lahir sampai dengan meninggal.

Mengakui Nama-Nama Allah Swt. yang Indah dalam Kehidupan

Marilah kita tunjukkan perilaku baik yang diajarkan Allah Swt. melalui sifat-sifat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Mengubah perilaku menjadi lebih baik memang tidak mudah. Perlu kejujuran, usaha yang sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Mengakui Sifat as-Shomad

Mengulang-ulang bacaan Al-Asma al-Husna merupakan perbuatan mulia. Mengulang bacaan as-Shomad menjadi doa. Bukankah makna as-Shomad adalah Yang Maha Dibutuhkan? Lihat ayat kedua Q.S. al-Ikhlas yaitu: “Allahusshomad”

Artinya: ”Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu.” Jadi, kita pun harus selalu mohon bantuan hanya kepada Allah Swt. Pengakuan atas sifat as-Shomad antara lain sebagai berikut:

  1. Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat meminta yang utama dalam semua keinginan kita yang baik.
  2. Berusaha menjadi orang bermanfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Berusaha membantu teman, di sekolah ataupun di rumah dengan tenaga, pikiran, dan tutur kata yang santun.

Mengakui Sifat Al-Muqtadir

Bacalah berulang-ulang lafaz dan makna Al-Muqtadir hingga hafal. Arti Al-Muqtadir adalah Mahakuasa atau Maha Menentukan. Segala makhluk ciptaan Allah Swt. yang ada di atas dunia ini hidup, bergerak atau mati atas kuasa dan ketentuan Allah Swt.

Baja Juga :  MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI (PAI KELAS 1) BAB 10 Semester 2

Allah Swt. Mahakuasa atas semua makhluk ciptaan-Nya. Bagi Allah Swt., mudah saja untuk menciptakan atau menghancurkannya. Oleh sebab itu, marilah kita terapkan sifat al-Muqtadir.

  1. Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat berlindung.
  2. Berlomba-lombalah untuk mencari amal kebaikan karena kita tidak tahu kapan bencana datang.
  3. Dan lain-lain.

Mengakui Sifat Al-Muqaddim

Makna al-Muqaddim adalah Allah Yang Maha Mendahului. Allah Swt. yang harus kita sembah dan lidah kita selalu menyebut nama-Nya. Marilah kita mengakui sifat al-Muqaddim.

  1. Dalam berbuat kebaikan, hendaknya kita lebih dulu berbuat.
  2. Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan dan jangan mengerjakan perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain.
  3. Jangan menunda-nunda pekerjaan, terutama belajar.
  4. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri.

Mengakui Sifat Al-Baaqii

Makna Al-Baaqii yaitu Allah Swt. Yang Mahakekal. Allah Swt. Yang Mahakekal menjadi tumpuan harapan kita. Nabi Ibrahim a.s. pernah menganggap bulan sangat kekal dapat menyinari kegelapan malam; tetapi ketika siang tiba, sinar bulan lenyap. Kemudian, Nabi Ibrahim a.s. menganggap matahari sangat kekal dengan sinarnya yang panas, tetapi ketika malam tiba, sinar yang menyengat lenyap, bulan dan matahari tak pantas untuk disembah.

Setiap ciptaan Allah Swt. akan hancur atau tidak abadi. Hanya Allah Swt. yang kekal abadi. Allah Swt. Yang Mahakekal itulah yang harus kita sembah dan lidah kita selalu bertasbih kepada-Nya.

Segala harta benda, kemewahan di atas dunia ini tidak kekal. Karena hidup kekal hanya di akhirat. Berikut contoh ketidakkekalan manusia.

  1. Ketahuilah, bahwa masa kanak-kanak tidak kekal, suatu saat kita pasti menjadi tua renta dan mati.
  2. Waktu yang ada akan cepat berlalu dengan peredaran bulan dan matahari.
CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )