PAI Kelas 6 Pelajaran 6: Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun

Read Time:6 Minute, 47 Second
Saling membantu dalam hal kebaikan adalah salah satu ajaran mulia Agama Islam. Hidup saling membantu dan rukun sungguhlah indah. Pada pembelajaran PAI/BP pelajaran 6 ini kita akan belajar tentang Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun.

Kerjasama saling membantu di sekolah bisa dilakukan dalam menjaga kebersihan kelas. Bergotong royong membersihkan kelas dan lingkungan sekolah juga contoh saling membantu dalam hal kebaikan. Lingkungan sekolah jadi indah dan sehat.

 

Sebagai anak, kita juga harus dengan ikhlas membantu pekerjaan di rumah, seperti membantu menjamur pakaian, membantu mencuci piring, menyapu halaman dan banyak lainnya. Saling membantu di rumah akan membuat kehidupan kita menjadi lebih indah.

Membaca Q.S. al-Ma’idah/5:2-3 dan Q.S. al-Hujurat/49:12-13

A. Membaca Q.S. al-Ma’idah/5:2

 

ۚ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ…

Artinya:

”…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Q.S. al-Ma’idah/5:2)
 
 

Membaca al-Qur’an hendaknya dimulai dengan isti’azah (a’uzubillahi minasysyaitanirrajim) dan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Kemudian, cermati dan ikutilah langkah-langkah cara belajar berikut ini.

  1. Membaca kalimat bahasa dari arah sebelah kanan ke kiri. Membaca ayat-ayat al-Qur’an harus dengan lafal dan makhraj yang benar.
  2. Cermati cara pengucapan bapak atau ibu guru dalam melafalkan ayat-ayat al-Qur’an.
  3. Membaca ayat-ayat al-Qur’an harus dengan tartil.
  4. Bacalah berulang-ulang secara individu dan disimak oleh teman atau saudara sampai lancar.

Kandungan Surat al-Maidah ayat 2

Al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 2 ini berisi tentang ajakan tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

Kita diharuskan saling menolong kepada sesama kita dalam perbuatan baik dan ketaqwaan, sebaliknya hindari saling menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

 

Marilah kita saling mengenal sesama teman, kita akan terhindar salah paham atau prasangka negatif atau saling bergunjing yang tidak benar. Dengan demikian, tidak ada di antara kita saling menganggap diri paling benar.

Baja Juga :  PAI Kelas 1 Pelajaran 9: Ayo Kita Salat

B. Membaca Q.S. al-Ma’idah/5: 3

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Lafal

Arti

Lafal

Arti

اَلْيَوْمَ

pada hari ini

اَكْمَلْتُ

telah Kusempurnakan

يَئِسَ

telah putus asa

لَكُمْ دِينَكُمْ

agamamu untukmu

اَّلذِيْنَ كَفـَرُوْا

orang-orang kafir

وَاَتْمَمْتُ

telah Kucukupkan

مِنْ دِينِكُمْ

untuk (mengalahkan) agamamu

عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي

nikmat-Ku bagimu

فَلَا تَخْشَوْهُمْ

sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka

وَرَضِيْتُ

dan telah Aku ridai

وَاخْشَوْنِ

tetapi takutlah kepada-Ku

لَكُمُ اْلاِ سْلاَمَ

bagimu Islam

اَلْيَوْمَ

pada hari ini

دِيْنًا

agamamu

Artinya:

”…Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridaa Islam sebagai agamamu. …”
 
Kandungan Q.S. al-Ma’idah/5:3

Kita harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari. Jadi, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw. harus kita yakini dan amalkan. Karena Allah Swt. telah menyempurnakan sekaligus rida, bahwa agama Islam menjadi agama Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya. Di samping itu, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita.

Allah Swt. mengingatkan umat-Nya agar tidak takut kepada orang-orang kafir, tetapi takutlah hanya kepada Allah Swt. Pada saat Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji Wada’ (haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.), Allah Swt. menurunkan wahyu yang menyatakan, bahwa ”Pada hari ini (haji wada’) telah kusempurnakan ajaran agama untukmu. Aku rida agama Islam sebagai agamamu.”

Pada Q.S. al-Ma’idah/5:3, diharapkan kita harus takut hanya kepada Allah Swt. Segala perintah Allah Swt. harus kita laksanakan, dan segala larangan Allah Swt. harus kita hindari. Jadi, ajaran Islam yang disampaikan Nabi Muhammad saw. harus kita yakini dan amalkan. Karena Allah Swt. telah menyempurnakan sekaligus rida, bahwa agama Islam menjadi agama Nabi Muhammad saw dan pengikutnya. Di samping itu, kita harus mensyukuri nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita.

 

C. Membaca Q.S. al-Hujurat/49:12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang” (Q.S. Al-Hujurat Ayat 12)

Kandungan Surat al-Hujurat ayat 12

Dalam Al-Qur’an al-Hujurat ayat 12 ini dinyatakan bahawa jika kita beriman kepada Allah Swt., janganlah berprasangka (buruk) terhadap orang lain karena berprasangka itu dosa besar. Di samping itu, kita tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain atau bergunjing karena orang yang suka bergunjing diibaratkan seperti orang yang memakan daging saudaranya.

Baja Juga :  PAI Kelas 6 Pelajaran 3 : Indahnya Nama-Nama Allah Swt.

Allah Swt. menyamakan orang yang suka bergunjing seperti orang yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati. Jika kita telah berbuat salah dan dosa karena telah melanggar larangan Allah Swt., segeralah bertobat dan bertakwa kepada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang.

D. Membaca Q.S. al-Hujurat/49:13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Q.S. Al-Hujurat Ayat 13)

Kandungan Surat al-Hujurat ayat 13

Allah Swt. menyatakan bahwa orang yang paling mulia di sisi Allah Swt. adalah orang yang taqwa. Oleh sebab itu, tidak ada artinya kita menyombongkan diri tanpa beribadah kepada Allah Swt.

Pada Q.S. al-Hujurat ayat 13, Allah Swt. menciptakan manusia terdiri atas laki-laki dan perempuan. Manusia itu suka berkumpul dan berkelompok, sehingga mereka membentuk suatu suku atau bangsa.

Untuk latihan soal klik link di bawah

  1. Untuk Siswa SDN 2 Picungremuk : SOAL
  2. Untuk tamu/pengunjung/siswa luar : SOAL 

 

 

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )