Pelajaran 7 Mari Mengenal Rasul-Rasul Allah (Pertemuan 3 dan 4) Kelas 5

Read Time:3 Minute, 29 Second


A. Apa Makna Rasul Allah?

Rasul artinya utusan. Sedangkan Rasulullah artinya utusan Allah Swt., yaitu orang yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain atau umat manusia. Perhatikan Q.S. al-An’am/6: 48 berikut ini.

وَمَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَۖ 

Artinya: “Dan tidak Kami mengutus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan peringatan”.

Ayat di atas menjelaskan tentang “alasan Allah Swt. mengutus para rasul”? Jawabannya adalah untuk memberi kabar gembira dan memberikan peringatan. Kabar gembira maksudnya menyampaikan janji Allah Swt. bagi orang yang menaati perintah-Nya. Bagi mereka diberikan kenikmatan dan kesenangan di dunia maupun di akhirat kelak. Rasul memberi peringatan, yaitu bagi mereka yang ingkar kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya akan mendapat balasan buruk yaitu neraka jahanam. 

Nabi dan rasul adalah manusia biasa, laki-laki yang dipilih oleh Allah Swt. untuk menerima wahyu. Sebagaimana manusia lainnya rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia, yaitu makan, minum, berjalan-jalan, nikah, punya anak, merasa sakit, senang, susah, semakin tua, mati, dan sifat-sifat manusiawi lainnya.

B. Tugas dan Sifat Rasul-rasul Allah

Para utusan Allah mempunyai tugas yang sangat berat, yaitu memimpin manusia agar hidup sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat. Agar tugas itu sukses dan berhasil, mereka diberi sifat-sifat yang istimewa oleh Allah Swt. Sifat tersebut lebih dikenal dengan “sifat-sifat wajib bagi rasul” artinya sifat yang harus dimiliki seorang rasul.

Ikutilah dialog Fatimah dan ayahnya berikut ini! Amati gambar di bawah. 

Fatimah dan ayahnya sedang bercakap-cakap 
di salah satu ruang di rumahnya

Pada suatu waktu terjadi percakapan Fatimah dan ayahnya tentang sifat-sifat rasul. Percakapan itu sebagai berikut.

Baja Juga :  CONTOH SOAL UTS PAI KELAS 6 SD

“Apakah kamu sudah tahu sifat-sifat rasul itu Fatimah?” tanya ayah Fatimah. “Insya Allah tahu ayah, yaitu siddiq, amānah, tablig, dan fatānah,” jawab Fatimah. “Coba kamu jelaskan sifat-sifat itu secara rinci,” pinta ayahnya. “Wah, belum bisa ayah,” jawab Fatimah. “Nah, kalau begitu tolong ambilkan buku kecil di atas meja belajar abangmu, judulnya: Sifat-sifat Wajib bagi Rasul. Coba kamu buka halaman 8 sampai 10, bacalah dengan baik, nanti kamu jelaskan isinya, kamu pasti bisa,” kata ayahnya meyakinkan Fatimah. 

Beberapa jam kemudian Fatimah menghampiri ayahnya yang masih duduk bersama ibunya di ruang makan, seraya berkata “Ayah, aku sudah selesai membaca halaman 8  sampai 10.” “Bagus, sekarang coba kamu jelaskan isi buku yang kamu baca tadi,” pinta ayahnya. “Baiklah ayah,” balas Fatimah dengan penuh semangat.

Pertama, rasul itu bersifat siddiq artinya jujur dan benar. Seorang rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan, mustahil dia berkata dusta atau bohong.

Kedua, rasul harus amānah artinya dan dapat dipercaya. Seorang rasul mustahil khianat. Dia wajib menyampaikan amanah Allah Swt. kepada kaumnya. Semua perkataan, perbuatan dan tindakan rasul harus benar, dan tidak boleh ingkar janji. 

Ketiga, rasul bersifat tablig artinya menyampaikan. Seorang rasul harus menyampaikan pesan Allah Swt. kepada umat walaupun terasa sulit atau dianggap membahayakan. Rasul tidak boleh menyembunyikan sesuatu yang telah diberikan Allah Swt. kepadanya. 

Keempat, rasul bersifat fa¯ānah artinya cerdas, pandai dan bijaksana. Seorang rasul harus pandai dan cerdas akalnya, memiliki kekuatan berpikir yang tinggi, dan memiliki hati yang bersih atau akal budi yang tinggi. Dengan sifat ini, seorang rasul dapat menyelesaikan tugas kerasulannya dengan baik.

Seorang siswa sedang berbicara dengan guru
yang menunjukkan sikap sopan dan santun

“Nah, perlu diketahui bahwa sifat-sifat para rasul yang diuraikan di atas tidak cukup kalau hanya diketahui saja, tetapi harus menjadi sifat dan perilaku kita sebagai manusia dan pengikut para rasul”, kata ayah Fatimah mengakhiri percakapan.

Baja Juga :  Allah Maha Suci (PAI Kelas 2 Semester 2)

Mari kita membiasakan sikap seperti contoh berikut ini.

• Berbuat yang benar artinya perbuatan yang sesuai dengan perintah agama. Ucapan dan tutur kata harus baik dan benar, perilaku harus baik dan santun. Hindari berbuat buruk yang tidak disenangi Allah Swt. dan manusia.

Seorang siswa sedang menyampaikan titipan kepada
tetangga (sikap jujur)

• Kalau kita dipercaya atau dititipi seseorang, kerjakanlah dengan jujur dan ikhlas. Ada pepatah lama mengatakan “sekali saja kita berbuat salah, selamanya orang tidak percaya”.

• Pesan-pesan kebaikan harus disampaikan kepada orang lain, mulailah dari diri sendiri, keluarga, kemudian kepada yang lainnya.

• Hidup harus cerdas, yaitu cerdas akal dan cerdas nurani. 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )