Penguatan Literasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Read Time:2 Minute, 48 Second

Di era teknologi seperti saat ini, arus informasi yang mengalir ke masyarakat begitu deras. Untuk itu peserta didik dituntut menguasai beragam informasi dan materi pengetahuan. Kecakapan membaca menjadi sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi bukan sekadar membaca kata-kata yang ada, kecakapan membaca yang dimaksud adalah mencakup kemampuan memahami makna yang tersurat dan tersirat dari kalimat, paragraf, dan keseluruhan teks sebagai satu kesatuan. Hal ini menunjukkan bahwa membaca adalah proses yang kompleks dan menantang. Kecakapan membaca juga terbentuk melalui serangkaian proses panjang.

[artikel number=5 tag=”anbk”]

Oleh karena itu, peserta didik di SMP perlu menguasai strategi untuk meningkatkan keterampilan membaca di semua mata pelajaran untuk memahami materi pembelajaran. Peserta didik harus diajarkan keterampilan membaca sesuai dengan jenjangnya. Tanpa menguasai keterampilan membaca pada jenjangnya, peserta didik tidak akan mampu mengakses pengetahuan.

Kemampuan membaca juga menjadi tolok ukur kompetensi global yang diuji dalam Programme for International Student Assesment (PISA). Sayangnya, skor kemampuan membaca peserta didik Indonesia terus menurun nilainya dari tahun ke tahun. Indonesia mencatatkan skor 402 pada tahun 2009 namun turun menjadi 396 pada tahun 2012. Kemudian kembali mengalami penurunan menyentuh skor terendah yaitu 371 pada tahun 2018.

[artikel number=5 tag=”smp”]

Melihat kondisi tersebut, maka penguatan literasi baik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia perlu dilakukan oleh guru. Guru diharapkan dapat mendampingi peserta didik untuk memahami materi bacaan dan melatih peserta didik untuk bernalar melalui teks bacaan. Berikut Direktorat SMP membagikan langkah-langkah yang mampu menguatkan literasi peserta didik dalam proses pembelajaran:

1. Memilah teks bacaan yang menggugah minat

Baja Juga :  Tinjau Pelaksanaan PTM Terbatas, Direktur SMP Minta Peserta Didik Langsung Pulang Usai Tatap Muka di Sekolah

teks bacaan yang digunakan guru di dalam kelas seharusnya dapat memantik minat peserta didik dan membumikan materi ajar dalam beragam permasalahan di sekitarnya. Guru perlu mencarikan alternatif bacaan selain teks pada buku ajar dan perangkat ajar lainnya. Teks bacaan kontekstual ini dapat berasal dari artikel majalah, surat kabar, artikel pada berita digital, serta berita pada internet, radio, televisi, bacaan fiksi, juga bahan kaya teks lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran. Guru dapat mengurasi teks bacaan dengan melihat beberapa aspek seperti berikut ini:

  • Memiliki gaya penyajian yang menggugah minat baca
  • Memiliki alur yang baik dengan struktur teks terprediksi sehingga mudah dipahami
  • Sebagian informasi disampaikan secara visual sehingga menarik dan lebih sistematis
  • Kosakata teknis disajikan dengan konteks kalimat yang baik dan/atau gambar pendukung
  • Panjang dan kepadatan teks sesuai dengan pembaca sasaran

2. Strategi membaca

Proses membaca memampukan peserta didik tidak hanya mencerna pengetahuan, tetapi juga menganalisis, merefleksi, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupannya. Karena itu, guru dapat mengajarkan peserta didik mengenai strategi membaca yaitu proses mengaitkan materi bacaan dengan diri dan lingkungan. Untuk membantu peserta didik melakukan hal tersebut, teks bacaan dalam pembelajaran perlu diperdalam dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh guru sebagai pemantik diskusi. Pertanyaan seperti apa yang mampu memantik diskusi?

  • Apakah bacaan ini mengingatkan kalian pada informasi lain yang pernah kalian baca? Apakah informasi pada bacaan lain itu mendukung bacaan ini atau bertentangan?
  • Dapatkah kalian membandingkan bacaan ini dengan …? Apa perbedaan dan persamaannya?
  • Menurut kalian, mengapa penulis mengatakan hal ini? Kalimat mana yang mendukung pendapat tersebut?
  • Apakah contoh dari konsep ini pada masa kini? Dapatkah kalian menjelaskan?
  • Mengapa informasi ini dan informasi … saling berhubungan? Tunjukkan keterkaitan antara keduanya!
Baja Juga :  Hijrah ke Madinah,Sebuah Kisah yang Membanggakan (PAI KELAS 7) Semester 2

Dengan menerapkan kedua langkah tersebut, maka diharapkan kemampuan literasi peserta didik dapat meningkat. Untuk membaca langkah-langkah penguatan literasi dan numerasi pada berbagai mata pelajaran lain, silakan mengunduh modul literasi numerasi yang disusun oleh Direktorat SMP pada tautan berikut ini.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )