Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Umayyah (PAI Kelas 8) BAB 6 Semester 1

Read Time:11 Minute, 0 Second

Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa umayyah tentunya sangat penting untuk kita ketahui, entah yang bersifat spontanitas maupun ilmiah. Kita dari semenjak Tk telah diajarkan bagaimana agar kita selalu banyak mencari ilmu pengetahuan.

Pada artikel yang satu ini, kami suguhkan rangkuman Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa umayyah. Disini menemukan banyak informasi yang terdapat pada buku Kemendikbud RI keluaran resmi dan pemerintah.

A.       Mari Renungkan

Damaskus (sekarang ibukota negara Suriah) menjadi saksi sejarah betapa majunya peradaban dan ilmu pengetahuan saat itu. Di Kota Damaskus banyak didirikan gedung-gedung yang indah. Lingkungan di sekeliling kota juga dibangun dengan tata kota yang sangat teratur. Di sana juga dibuat taman-taman kota yang asri, nyaman, dan sedap dipandang mata. Jalan-jalan ditanami pepohonan yang teduh, sungai-sungai juga dibuat sedemikian rapi, bersih, dan teratur. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu masyarakat muslim telah mengalami perkembangan budaydan ilmu pengetahuan yang sangat maju. Di kota ini juga dibangun masjid yang sangat megah dan indah karya seorang arsitek bernama Abu Ubaidah bin Jarrah.

Keberadaan Daulah Umayyah di Andalusia (Spanyol) pun tak mau kalah dengan periode Daulah Umayyah di Damaskus. Kekhalifahan Bani Umayyah di Spanyol menjadikan Cordoba sebagai ibukotanya. Kota Cordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan. Di kota ini didirikan Uneversitas Cordoba. Universitas ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400.000 judul. Sungguh untuk ukuran saat itu, hal ini merupakan kemajuan yang tiada duanya di dunia.

B.      Dialog Islami

“Hehehe, buku tidak bisa membuat kita kenyang.”

“Tapi bisa buat kita pintar. Tahu tidak Vin, mengapa dahulu umat Islam Berjaya.”

“Karena selalu menang dalam perang.”

“Salah. Itu karena mereka mengembangkan ilmu dan rajin membaca. Bahkan di zaman Bani Umayyah ada perpustakaan yang besar, lho.”

“Apa iya? Berarti zaman itu sudah maju, dong.”

“Makanya… ayo, rajin ke perpustakaan biar wawasan kita bertambah.”

C.     Mutiara Khazanah Islam

1.       Daulah Umayyah di Damaskus (661-750 M)

Daulah Umayyah berdiri selama 90 tahun (40-132 H / 661-750 M). Pendirinya bernama Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah. Daulah Umayyah menjadikan Damaskus sebagai pusat pemerintahannya.

Adapun secara lengkap para khalifah Bani Umayyah sebagai berikut:

a.                   Muawiyah bin Abu Sufyan (Muawiyah I), tahun 660-680 M (41-61 H)

b.                   Yazid bin Muawiyah (Yazid I), tahun 680-683 M (61-64 H)

c.                   Muawiyah bin Yazid (Muawiyah II), tahun 683-684 M (64-65 H)

d.                   Marwan bin Hakam (Marwan I), tahun 684-685 M (65-66 H)

e.                   Abdul Malik bin Marwan, tahun 685-705 M (66-86 H)

f.                    Al-􀁴alid bin ‘Abdul Malik (al-Walid I), tahun 705-715 M (86-97 H)

g.                   Sulaiman bin ‘Abdul Malik, tahun 715-717 M (97-99 H)

h.                   Umar bin ‘Abdul ‘Aziz ‘(Umar II), tahun 717-720 M (99-102 H)

i.                    Yazid bin ‘Abdul Malik (Yazid II), tahun 720-724 M (102-106 H)

j.                    Hisyam bin ‘Abdul Malik, tahun 724-743 M (106-126 H)

k.                   Walid bin Yazid (al-Walid III), tahun 743-744 M (126-127 H)

l.                    Yazid bin Walid (Yazid III), tahun 744 M (127 H)

m.                 Ibrahim bin al-Walid, tahun 744 M (127 H)

n.                   Marwan bin Muhammad (Marwan II al-Himar), tahun 745-750 M (127-133 H)

Pada saat Daulah Umayyah diperintah oleh al-Walid bin ‘Abdul Malik, keadaan negara sangat tenteram, makmur, dan tertib. Umat Islam merasa nyaman dan hidup bahagia. Di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, perluasan wilayah dilakukan ke Perancis melalui pegunungan Pirenia. Misi ini dipimpin oleh Abdurrahman bin Abdullah al-Ghafiqi. Muawiyah bin Abu Sufyan mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan.

Selain kemajuan dalam bidang pemerintahan, ilmu pengetahuan juga dikembangkan pada masa itu. Perkembangan ilmu pengetahuan tersebut meliputi :

a.                   Ilmu agama, seperti: al-Qur’ān, Hadis, dan 􀄮qih.

b.                   Ilmu sejarah dan geografi

c.                   Ilmu pengetahuan bidang bahasa

d.                   Bidang ilmu filsafat

2.                   Daulah Umayyah di Andalusia (756 M-1031 M)

Kekuasaan Bani Umayyah di Damaskus berakhir pada tahun 750 M, kekhalifahan pindah ke tangan Bani Abbasiyah. Adapun amir-amir Bani Umayyah yang memerintah di Andalusia (Spanyol) sebagai berikut:

a.                   Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman I), tahun 756-788 M.

b.                   Hisyam bin Abdurrahman (Hisyam I), tahun 788-796 M.

c.                   Al-Hakam bin Hisyam (al-Hakam I), tahun 796-822 M.

d.                   Abdurrahman al-Ausat (Abdurrahman II) , tahun 822-852 M.

e.                   Muhammad bin Abdurrahman (Muhammad I) , tahun 852-886 M.

f.                    Munzir bin Muhammad, tahun 886-888 M.

g.                   Abdullah bin Muhammad, tahun 888-912 M.

h.                   Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III), tahun 912-961 M.

i.                    Hakam al-Muntasir (al-Hakam II) , tahun 961-976 M.

j.                    Hisyam II, tahun 976-1009 M.

k.                   Muhammad II, tahun 1009-1010 M.

l.                    Sulaiman, tahun 1013-1016 M.

m.                 Abdurrahman IV, tahun 1016-1018 M.

n.                   Abdurrahman V, tahun 1018-1023 M.

o.                   Muhammad III, tahun 1023-1025 M.

p.                   Hisyam III, tahun 1027-1031 M.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada masa pemerintahan amir yang ke-8 yakni Abdurrahman an-Nasir dan amir yang ke-9 yakni Hakam al-Muntasir.



3.                   Perkembangan Ilmu Pengetahuan

a.                   Ilmu Kimia

Di antara ahli kimia ketika itu adalah Abu al-Qasim Abbas ibn Farnas yang mengembangakan ilmu kimia murni dan kimia terapan. Ilmu kimia murni maupun kimia terapan adalah dasar bagi ilmu farmasi yang erat kaitannya dengan ilmu kedokteran.

b.                   Kedokteran

Di antara ahli kedokteran ketika itu adalah Abu al-Qasim al-Zahrawi. Ia dikenal sebagai ahli bedah, perintis ilmu penyakit telinga, dan pelopor ilmu penyakit kulit. Di dunia Barat dikenal dengan Abulcasis. Karyanya berjudul al-Ta’rif li man ‘Ajaza ‘an al-Ta’lif, yang pada abad XII telah diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak ulang di Genoa (1479 M), Basle (15541 M) dan di oxford (1778). Buku tersebut menjadi rujukan di universitas-universitas di Eropa.

c.                   Sejarah.

1.    Abu Marwan Abdul Malik bin Habib, salah satu bukunya berjudul al-Tarikh. Ia meninggal pada tahun 852 M.

2.    Abu Bakar Muhammad bin Umar, dikenal dengan Ibnu Quthiyah. Karya bukunya berjudul Tarikh Ifitah al-Andalus.

3.    Hayyan bin Khallaf bin Hayyan, karyanya al-Muqtabis fi Tarikh Rija al Andalus dan al-Matin.

d.                   Bahasa dan sastra

Di antara tokoh terkenal bidang sastra ketika itu adalah :

1.       Ali al-Qali, karyanya al-Amali dan al-Nawadir, wafat pada tahun 696 M.

2.       Abu Bakar Muhammad Ibn Umar. Di samping terkenal sebagai ahli sejarah, ia adalah seorang ahli bahasa Arab, nahwu, penyair, dan sastrawan. Ia menulis buku dengan judul al-Af’al dan Fa’alta wa Af’alat. Ia meninggal pada tahun 977 M.

3.       Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih, karya prosa diberi nama al-‘Aqd al-Farid. Ia meninggal tahun 940 M.

4.       Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid. Lahir di Cordova pada tahun 382 H/992 M dan wafat pada tahun 1035 M. Karyanya dalam bentuk prosa adalah Risalah al -awabi’ wa al-Zawabig, Kasyf al-Dakk wa A£ar al-Syakk dan Hanut ‘Athar.

4.                   Pertumbuhan Kebudayaan

a.                   Arsitektur

Perkembangan di bidang arsitektur ini terlihat dari bangunanbangunan artistik serta masjid-masjid yang memenuhi kota. Kota lama pun dibangun menjadi kota modern. Mereka memadukan gaya Persia dengan nuansa Islam yang kental di setiap sudut bangunannya. Pada masa Walid dibangun juga sebuah masjid agung yang terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah bin Jarrah serta dibangunnya sebuah kota baru yaitu kota Kairawan oleh Uqbah bin Nafi.

b.                   Organisasi militer

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah ini militer dikelompokkan menjadi 3 angkatan yaitu angkatan darat (al-jund), angkatan laut (albahiriyah) dan angkatan kepolisian.

c.                   Perdagangan

Setelah Bani Umayah berhasil menaklukkan bebagai wilayah, jalur perdangan menjadi semakin lancar. Ibu Kota Basrah di Teluk Persi pun menjadi pelabuhan dagang yang ramai dan makmur, begitu pula Kota Aden.

d.                   Kerajinan

Ketika Khalifah Abdul Malik menjabat, mulailah dirintis pembuatan tiras (semacam bordiran), yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian khalifah dan para pembesar pemerintahan.

 

Daftar Pustaka : 

Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )