SMP Terbuka Ada Sejak Tahun 1979

Read Time:2 Minute, 28 Second

SMP Terbuka merupakan pendidikan formal sebagai layanan alternatif yang memberikan akses layanan pendidikan bagi anak usia 13–15 tahun dan maksimal 18 tahun yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di SMP reguler karena berbagai kendala antara lain kendala sosial ekonomi, hambatan transportasi, kondisi geografis yang dihadapi, atau kendala waktu karena harus bekerja membantu orang tua.

Dalam pengelolaannya, SMP Terbuka memiliki beberapa keluwesan yaitu luwes dalam cara memilih TKB (Tempat Kegiatan Belajar), dalam menentukan waktu belajar, dalam melaksanakan proses pembelajaran dan dalam melaksanakan evaluasi.

Peserta didik SMP Terbuka dapat melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan situasi, kondisi, dan kebutuhan yang ada. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan memaksimalkan kemampuan peserta didik untuk secara efektif terlibat dalam proses pembelajaran baik secara mandiri, tatap muka, dan terstruktur.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa SMP Terbuka dilakukan sesuai dengan sumber daya dukung dan lingkungan belajar yang ada, dengan menggunakan teknologi Luar Jaringan (Luring/offline) dan atau Dalam Jaringan (Daring/online).

Pada tahun 1979/1980 uji coba perintisan SMP Terbuka dimulai di 5 provinsi, yaitu di SMP Negeri Kalianda di Lampung, SMP Negeri Plumbon di Jawa Barat, SMP Negeri Adiwerna di Jawa Tengah, SMP Negeri Kalisat di Jawa Timur dan SMP Negeri Terara di Nusa Tenggara Barat.

Mencapai puncaknya pada tahun 1999/2000, SMP Terbuka berjumlah 3.483 lokasi yang tersebar di 289 daerah kabupaten/kota. Peningkatan jumlah SMP Terbuka seiring dengan program perluasan akses dalam rangka Wajar Dikdas 9 tahun.

Hasil pendataan yang dilakukan oleh Direktorat SMP tahun 2019/2020, menunjukkan bahwa SMP Terbuka yang masih aktif menyelenggarakan pendidikan sebanyak 611 sekolah, terdiri dari 610 SMP Terbuka yang ada di Indonesia dengan jumlah peserta didik 43.963, dan 1 (satu) SMP Terbuka yang ada di Luar Negeri yaitu di Malaysia.

Baja Juga :  Tinjau Pelaksanaan PTM Terbatas, Direktur SMP Minta Peserta Didik Langsung Pulang Usai Tatap Muka di Sekolah

“Berkurangnya jumlah SMP Terbuka merupakan indikator semakin baiknya pelayanan pendidikan di negara kesatuan republik Indonesia” ucap Syahda Sukma Indira, S.Ip, M.Si. selaku Pejabat Pembuat Komitmen Program Layanan Khusus.

Ada nilai tambahan di dalam pengelolaan SMP Terbuka yaitu adanya PKH (Pendidikan Kecakapan Hidup). Pendidikan Kecakapan Hidup yang dikembangkan oleh SMP Terbuka disusun dalam bentuk Program Pendidikan Keterampilan (PPK) Pra-vokasional.

Program pendidikan keterampilan pra-vokasional memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan keterampilan dasar, sehingga diharapkan para peserta didik dapat menjaga kelangsungan hidup dan pengembangan dirinya.

“Program Pendidikan Keterampilan yang diprogramkan oleh SMP Terbuka menanamkan jiwa entrepreneur pada diri para siswa, hal ini akan sangat membantu untuk masa depannya” tutur Syahda Sukma Indira.

Jenis keterampilan yang dapat dikembangkan oleh SMP Terbuka diantaranya adalah: kriya, pengolahan makanan dan minuman, batik, tenun, menjahit, desain grafis dan digital printing, dan produk perawatan tubuh. Dalam prosesnya, diarahkan agar bahan yang dipakai menggunakan bahan lokal yang menjadi kekhasan atau keunggulan lokal daerah masing-masing.

Sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah dan masyarakat dalam melaksanakan dan atau memanfaatkan layanan SMP Terbuka agar lebih terarah, terencana, maka Direktorat SMP telah membuat Pedoman Pengelolaan SMP Terbuka yang telah ditandatangani oleh Direktur Sekolah Menengah Pertama Drs. Mulyatsyah, M.M.

Pedoman Pengelolaan SMP Terbuka

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (1)
  • comment-avatar

    Heya i’m for the first time here. I came across this board and I find It really useful & it helped me out a lot.
    I hope to give something back and help others like
    you helped me.

  • Disqus (0 )