Surat Al-Baqarah [2:182]

Read Time:2 Minute, 41 Second

 

Artinya : “(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan[113] antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Mendamaikan ialah menyuruh orang yang berwasiat berlaku adil dalam mewasiatkan sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syara’

PERSELISIHAN
perselisihan senantiasa selalu ada dalam kehidupan ini,
– baik perselisihan dalam urusan rumah tangga
– perselisihan antar kerabat
– perselisihan antar sahabat /teman
– perselisihan antar suku
– perselisihan antar negara
– perselisihan antar kelompok dan adapun sebab utama terciptanya perselisihan adalah :
– beda pendapat diantara kedua belah pihak, dan atas kerenanya tiada rasa ingin mengalah diantara keduanya.
namun terlepas dari itu ada pula mereka yg berselisih karena memperebutkan sesuatu dalam keduniaan ini, keserakahan yg melatar belakangi perselisihan diantara keduanya.
bagaimanakah islam memandang perselisihan tsb.
bagaimanakah hukum perselisihan dalam islam
– sesungguhnya dosa bagi mereka yg berselisih hingga timbulkan kebencian terhadap kedua belah pihak tsb, dan namun tiada dosa bagi orang /kelompok yg mendamaikan perselisihan diantara keduanya.
seperti jelas tertulis dalam surat al-baqarah ayat 182 :
“(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
kesimpulannya : (tiada dosa bagi orang yg mendamaikan perselisihan)
—–
al kisah :
Lihatlah bagaimana kaum Muhajirin dan Anshar ketika kedua kelompok sahabat Rasulullah saw hampir saja berbaku hantam dan saling bunuh karena diingatkan masa lalu mereka yang saling berperang. Masing- masing kelompok telah menghunus pedang mereka dan bersiap untuk berperang.
Dalam situasi kritis itulah Rasulullah saw untuk melerai mereka dengan mengatakan, ” Wahai kaum Muslimin, apakah karena seruan jahiliyah ini (kalian hendak berperang) padahal aku ada di tengah-tengah kalian. Setelah Allah memberikan hidayah Islam kepada kalian. Dan dengan Islam itu Allah muliakan kalian dan dengan Islam Allah putuskan urusan kalian pada masa jahiliyah. Dan dengan Islam itu Allah selamatkan kalian dari kekufuran. Dan dengan Islam itu Allah pertautkan hati-hati kalian”.
Maka kaum Anshar itu segera menyadari bahwa perpecahan mereka itu adalah dari syaithon dan tipuan kaum kafir, sehingga mereka menangis dan berpelukan satu sama lain. Lalu mereka berpaling kepada Rasulullah saw dengan senantiasa siap mendengar dan taat….” (Sirah Ibnu Hisyam 1/55)
Terakhir,
Lihatlah bagaimana kisah Imam Ghazali, tentang Hasan Al Bashri yang pernah didatangi seseorang dengan mengatakan, “Wahai Abu Sa’id, seseorang melakukan ghibah atasmu.” Hasan Al Bashri menjawab, “Kemarilah.” Ketika orang itu datang, Hasan Al Bashri memberinya beberapa kurma. Lalu Hasan Al Bashri mengatakan, “Pergilah kepada orang itu dan katakanlah padanya, “Engkau telah memberikan kebaikanmu untukku. Dan karenanya aku memberimu kurma.” Orang itu lalu memberikan kurma kepada orang yang menggibahi Hasan Al Bashri.
—–
islam itu indah….
islam benci dengan perselisihan…..
maka bagi saudara kita sesama muslim, hindarilah perselisihan.
dan damaikanlah mereka yg sedang berselisih faham dalam hal apapun agar terhindarlah mereka dari dosa dan dosa.
Allah Maha Besar, Allah Maha benar.
mari sama-sama berlindung dari bisikan syetan, yg senantiasa menciptakan keraguan hingga tercipta perselisihan hinnga atas karena itu tercipta pertengkaran.
hindari perselisihan, hindari perselisihan, hindari perselisihan,,,
sejukkan hati dan senantiasa dekati Allah Swt.
senantiasa cintai dan sayangi sesama muslim, dan hindari perselisihan.
tunjukkan bahwa islam itu indah, dengan cara kita yg senantiasa saling mencintai, menyayangi, berbagi kasih kebahagiaan, santun, dan hormat kepada sesama.
Referensi :

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )