Tiga Menteri Umumkan Pemenang Lomba ‘Rayakan Merdekamu’

Read Time:5 Minute, 6 Second

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar acara puncak lomba ‘Rayakan Merdekamu’ yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI dan TVRI, Minggu (29/8). Lomba dalam rangka mengisi ruang-ruang perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang kosong akibat pandemi Covid-19 ini berhasil memperoleh 9.299 karya kreatif dari masyarakat, termasuk diaspora Indonesia di luar negeri.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini turut memberikan penilaian terhadap karya-karya para finalis pada acara puncak lomba ‘Rayakan Merdekamu’.

“Saya merasa senang dan bangga dengan semangat para pelajar, pendidik, rekan-rekan media, pelaku seni dan budaya, serta masyarakat Indonesia dalam mengikuti perlombaan “Rayakan Merdekamu”. Lomba ini kami selenggarakan untuk tetap membangun karakter dan menguatkan jati diri bangsa, meski di masa pandemi,” kata Mendikbudristek.

Karya-karya yang diterima diakui Mendikbudristek memacu optimismenya untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Mendikbudristek berpesan, “Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika kita merdeka untuk belajar dan berkarya dengan semangat berkolaborasi di tengah perbedaan dan keragaman, karena hanya dengan toleransi dan gotong royong, kita akan bersama-sama melewati masa yang penuh tantangan ini.”

Saat menilai finalis kategori pelaku seni dan budaya, masyarakat umum, dan diaspora Indonesia, Mensos Tri Rismaharini menyampaikan pesannya agar anak muda terus merawat kebinekaan. “Banyak orang dewasa di luar sana yang tidak mengerti betapa pentingnya arti kebinekaan. Tetapi, kalian anak-anak muda mampu menerjemahkan apa artinya kebinekaan. Terima kasih atas sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini,” ujar Mensos.

Seperti halnya Mensos, Mensesneg Pratikno yang menilai finalis mahasiswa menyampaikan apresiasinya terhadap karya seluruh peserta yang mengandung pesan kebinekaan. “Saya memilih karya dengan pesan kebinekaan yang kuat. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Terima kasih atas karya-karya yang luar biasa untuk Indonesia dan dunia,” tutur Mensesneg.

Baja Juga :  Buku Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi COVID-19

Sebelum dinilai oleh Mendikbudristek, Mensesneg, dan Mensos, karya-karya peserta turut diniliai oleh perwakilan Kemendikbudristek, sejumlah pakar, tokoh, serta pelaku seni dan budaya. Penilai tersebut terdiri dari musisi dan komponis Purwacaraka, aktor Dennis Adhiswara, aktris Happy Salma, pencipta konten Jovial da Lopez, sutradara Rahabi Mandra, aktor Kevin Julio, penyair Esha Tegar Putra, aktris Sha Ine Febriyanti, serta wartawan senior Nasrullah Nara.

Dipandu oleh Ary Kirana dan Reza Chandika, acara puncak lomba ‘Rayakan Merdekamu’ dimeriahkan oleh Anneth Delliecia, Barsena Bestandhi, Calvin Jeremy, Nowela Mikhelia, James Adam, dan Fivein!. Masyarakat dapat menyaksikan kembali acara ini di kanal YouTube Kemendikbud RI https://www.youtube.com/watch?v=2lUa1kXdjXE.

Dialog dengan Mendikbudristek, Para Pemenang ‘Rayakan Merdekamu’ Hidupkan Semangat Kebinekaan

Pada acara puncak lomba ‘Rayakan Merdekamu’, Mendikbudristek berkesempatan untuk berdialog dengan kesembilan juara pertama.  Kepada Mendikbudristek, juara pertama kategori SMP/SMPLB/SILN jenjang SMP dan sederajat, Devi Kisnadelia Indah Suci, bercerita bahwa karyanya terinspirasi dari pengalaman pribadi. “Saya diejek karena kulit saya yang hitam. Pengalaman tersebut saya jadikan karya. Untuk masyarakat Indonesia, jangan takut berbeda, karena bangsa ini sudah beragam. Tinggal bagaimana caranya kita menghargai sesama,” ujar siswi SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Batu, Jawa Timur itu.

Ni Kadek Maheswari Awelya Putri, juara pertama SMA/SMK/SMALB/SMKLB/SILN jenjang SMA dan sederajat juga menyampaikan pesannya saat berdialog dengan Mendikbudristek, tentang pentingnya wawasan kebinekaan diberikan sejak pendidikan dasar. “Wawasan kebinekaan sangat penting untuk diberikan sejak pendidikan dasar, agar ketika terjun ke masyarakat, kita bisa siap bersosialisasi dan bertoleransi,” ujarnya.

Pemenang kategori pelaku seni dan budaya/masyarakat umum/diaspora Indonesia, Salsa Bilah Regita Cahyani, menyampaikan kepada Mendikbudristek bahwa dirinya tergabung dalam komunitas difabel yang aktif menyebarkan semangat kesetaraan di tengah masyarakat. Didampingi Ibunya sebagai penerjemah bahasa isyarat, Salsa bercerita, “Di masa pandemi ini komunitasnya bertoleransi dengan cara patungan dana membuat masker bagi masyarakat yang memerlukan, tanpa melihat latar belakangnya.”

Baja Juga :  Arti Lambang Pancasila

Turut berdialog dengan Mendikbudristek, pemenang kategori pendidik, Yohanes Kristian Wibowo yang seorang guru SMP Negeri 2 Kota Mojokerto. Ia mengingatkan sejawatnya untuk mengintegrasikan profil Pelajar Pancasila yang menjadi visi Kemendikbudristek dalam pembelajaran. “Guru sekarang bisa lebih kreatif dalam mengajar karena terobosan Merdeka Belajar. Oleh sebab itu, guru perlu mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam rancangan pembelajaran,” pesannya.

Kepada pemenang kategori mahasiswa, Yeremia Alvin Moeljono dari Universitas Bina Nusantara, Mendikbudristek menanyakan peran mahasiswa dalam menumbuhkan semangat toleransi, khususnya di tengah perkembangan teknologi. Menjawab pertanyaan tersebut, Alvin menyampaikan dua butir penting, “Pertama, anak muda harus mencari koneksi, karena koneksilah yang membuat kita bersatu. Mencari koneksi bisa lewat internet. Kedua, anak muda perlu berkolaborasi dari koneksi yang terbangun. Saya yakin pada 2045 ketika kita menikmati bonus demografi, Indonesia bisa kuat karena koneksi dan kolaborasi dalam keberagaman.”

Menanggapi jawaban yang disampaikan Alvin, Mendikbudristek menyampaikan bahwa itulah semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yakni melepaskan sekat-sekat di pendidikan tinggi agar tercipta kolaborasi-kolaborasi yang membangun satu sama lain.

Sementara itu, pemenang kategori wartawan Ahmad Faiz Ibnu Sani, yang artikel bertemakan kebinekaan tayang di TEMPO.CO berdiskusi dengan Mendikbudristek terkait peran media dalam menumbuhkan toleransi. “Masyarakat sering lupa pentingnya toleransi. Media massa perlu memberitakan keberagaman yang ada di Indonesia dengan harapan toleransi terus terjaga karena semakin banyaknya orang yang membuka diri terhadap informasi yang berbeda dari kalangan mereka. Keberagaman adalah senjata terkuat Indonesia,” katanya dengan semangat.

Pada kesempatan ini Mendikbudristek juga berdialog dengan pemenang kategori TK/PAUD/TKLB/SILN jenjang PAUD/sederajat, yaitu Andi Muhammad Edgar Jagatanegara dari TK Islam Kreatif Salsabila Bontang, Kalimantan Timur, serta pemenang kategori SD/SDLB/SILN jenjang SD dan sederajat, yaitu Kayne Matthew Sutandi dari SD Kristen Budi Luhur, Jawa Timur, dan Balqisia Qaireen dari SD Telkom Padang, Sumatera Barat.

Baja Juga :  Guru Manfaatkan Sarana di Lingkungan Sekitar Sebagai Fasilitas Pembelajaran

Pada akhir acara puncak lomba ‘Rayakan Merdekamu’, Mendikbudristek menyampaikan kepada seluruh peserta lomba bahwa karya mereka telah menginspirasi dirinya. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi adik-adik, serta Ibu dan Bapak dalam lomba “Rayakan Merdekamu”. Karya-karyamu menginspirasi saya. Teruslah semangat untuk mencoba hal-hal yang baru dan melahirkan karya-karya hebat,” tutupnya.

Masyarakat dapat melihat karya-karya lomba ‘Rayakan Merdekamu’ pada laman rayakanmerdekamu.kemdikbud.go.id dan www.rumahdigitalindonesia.id.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#RayakanMerdekamu
#MerdekaBelajar
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 440/sipres/A6/VIII/2021

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )